Thursday, April 11, 2013

11 Brand Asli Indonesia Yang Mendunia


Menembus pasar global sudah pasti menjadi impian setiap produsen lokal, namun jalan yang ditempuh tentu juga tak semudah memimpikannya. Berikut adalah beberapa merk lokal yang berhasil melesat ke pasar internasional. Bagi kamu yang sedang merintis usaha sendiri, perjuangan mereka semoga bisa menjadi inspirasi.

1. Aqua

Aqua lahir atas ide Tirto Utomo (1930-1994). Merupakan brand air minum dalam kemasan (AMDK) terbesar di wilayah Asia, Timur Tengah dan Pasifik menurut survei Zenith International. Tirto Utomo adalah orang Asia pertama yang dinobatkan sebagai tokoh pencetus dan penggerak industri AMDK di kawasan Asia dan Timur Tengah serta masuk dalam Hall of Fameindustri bottled water. Sejak 1987 Aqua telah merajai Singapura, Malaysia, Maldives, Fiji, Australia, Timur Tengah dan Afrika.



2. GT Radial

Raksasa ban terbesar se Asia Tenggara ini sudah menjadi perusahaan internasional. Salah satu strategi mereka yaitu memenuhi kualitas produk dengan berbagai standarisasi dan sertifikasi internasional yang berhasil diperolehnya, antara lain: E-Mark (Eropa), TUV CERT (Jerman), BPS (Filipina), Inmetro (Brazil), PAI (Kuwait, SASO (Arab Saudi) dan BVQI (Kolumbia).



3. Cerutu Taru Martani

PD Tarumartani menitikberatkan pasar ekspor pada 90 persen produknya dengan berbagai merek yang dikirim ke luar negeri. Selain Turki, jenis-jenis produk cerutu buatan Tarumartani yaitu Cigarillos, Extra Cigarillos, Senioritas, Panatella, Half Corona, Corona, Super Corona/Grand Corona, Boheme, Royal Perfecto, Rothschild dan Churchill diekspor ke Amerika Serikat, China, Irak, Perancis, Swiss, Belanda, Belgia, Jerman dan Cekoslovakia.



4. Polygon

Sejak berdiri tahun 1989, produsen sepeda Insera sena (IS) di Sidoarjo sudah mengekspor sepeda tanpa merk ke lima benua. Lalu IS mengembangkan merk sendiri, Polygon, setelah melihat peningkatan impor sepeda yang masuk ke Indonesia di tahun 1997.




5. Essenza

Merupakan brand ubin porselen yang dirintis Intikeramik yang berdiri sejak 1991. Kiat membangun brand association yang tepat bagi Essenza sebagai produk berkualitas tinggi dengan tagline “No Tile Like It” tampaknya membuahkan hasil. Hingga saat ini, Essenza adalah brand dengan kapasitas produksi terbesar di Indonesia, dan sudah diekspor ke 25 negara yang salah satunya adalah Italia.




6. AlfaLink

Berangkat dari hobi Shian Yu belajar bahasa asing, ia menyetujui saran temannya untuk berbisnis kamus elektronik 23 tahun silam. AlfaLink, pionir kamus elektronik bahasa Indonesia itu telah berkembang luas hingga ke mancanegara. Mereka mendirikan kantor cabang di Singapura, Kuala Lumpur, Hong Kong, Taiwan dan Los Angeles.



7. Eiger

Brand asal Bandung ini berdiri sejak tahun 1990 dan fokus pada penyediaan perlengkapan adventure. Untuk menjangkau pasar global, Eiger tetap memakai merk sendiri supaya tumbuhbrand awareness di kalangan konsumen global. Melalui riset pasar tas yang dilakukan, Eiger memposisikan diri di kelas menengah yang lebih mementingkan kualitas dan harga ketimbang merk sebagai target pasar. Eiger telah merambah ke Singapura, Malaysia, Brunei dan juga Jerman sebagai pintu masuk menuju pasar Eropa.



8. Edward Forrer

Edward Forrer adalah merk sekaligus nama pemiliknya. Usai menjalankan strategi pemasaran door to door, Edward membuka toko sendiri di Gang Saad, Bandung. Lambat laun Edward Forrer bisa merambah pasar internasional, yakni Australia dan Malaysia.




9. Bagteria

Pasangan Nancy Co dan Bert Ng merintis merk tas bergaya vintage ini sejak tujuh tahun silam. Mereka memiliki misi mempromosikan Bagteria sebagai sebuah label Indonesia karena menganggap craftmanship dan kualitas kerajinan Indonesia sangat unggul. Kini, Bagteria tersedia di 30 negara, diantaranya Italia, Perancis, Inggris, Amerika Serikat, Jepang dan Kuwait. Tidak hanya itu, Tas Bagteria pun menjadi favorit selebritis dunia seperti Emma Thompson, Blake Lively, dan Putri Zara Phillips. Bahkan Paris Hilton pernah membeli tas display Bagteria di New York Fashion Week.



10. Peter Says Denim


Dari kebiasaan mengubek-ubek tumpukan baju di pedagang kaki lima, Peter Fimansyah kini menjadi pengekspor busana ke berbagai negara. Semua itu mampu dicapai Peter hanya dalam waktu 1,5 tahun sejak ia membuka usahanya pada November 2008. Kini celana jeans, t-shirt dan topi yang menggunakan merk Peter Says Denim menjadi busana favorit band internasional seperti Before Their Eyes dan We Shot The Moon dari Kanada, serta Not Called Jinx dari Jerman.



11. Indomie

Diproduksi oleh PT Indofood Sukses Makmur yang dimiliki oleh keluarga Salim, produk mi instan ini semakin disukai oleh dunia. Bahkan, beberapa bulan belakangan Indofood akan merambah Kazakhstan.

Tiap tahun, Indofood memroduksi 11 miliar bungkus Indomie dengan 880 juta bungkus diekspor.

Saat ini, produk Indomie telah diekspor di 80 negara di lima benua selama lebih dari 20 tahun. Beberapa negara yang menjadi target pasar Indomie antara lain adalah Singapura, Malaysia, Brunei, Hongkong, hingga Taiwan. Indomie juga sudah terbang jauh ribuan kilometer mulai dari wilayah Eropa, Timur Tengah, Afrika, hingga benua Amerika.

Untuk memenuhi permintaan di berbagai belahan dunia tersebut, Indofood tidak sekadar mendatangkan Indomie dari Indonesia. Namun, perusahaan yang dirintis oleh taipan Soedono Salim ini juga membangun pabrik di sejumlah negara lain. Misalnya di Malaysia, Indofood mempunyai perusahaan Indofood (M) Food Industries Sdn Bhd yang khusus memproduksi mi instan di Malaysia.

Untuk wilayah Timur Tengah dan Afrika, Indofood menjalin kontrak perjanjian dengan berbagai perusahaan di sana untuk memproduksi Indomie. Misalnya saja dengan Pinehill Arabia Food Limited (Pinehill) di Arab Arabia, De United Food Industries Limited (Duhill) di Nigeria, Salim Wazaran Brinjikji Company (Sawab) di Syria, dan Salim Wazaran Abu Elata Co (Sawata) di Mesir.

0 comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
All Right Reserved 2013. Powered by Blogger.